day Two..!!

hari masih saja pagi, kabut masih saja menyelubungi pelataran jalan…(emangnya ada kabut ya.. di daerah yang suhunya minta ampyun tu..??)

aku pun bangun dan langsung solat subuh untuk selanjutnya siap-siap buat kembali menemui seseorang yang mulai merasa dirinya penting padahal menurutku ga ada pentingnya sama sekali, tak lain dan tak bukan si tukang poto yang dah membuat diriku lelah menunggu dan pulang tanpa hasil kemarin…

dirikuh pun langsung aja nyamperin si edi pagi itu setelah dandan abis-abisan, temenku yang paling baek sekota raha, buat menemaniku ngambil poto, dan daftar. soalnya kmarin dia juga gak jadi daftar karna menungguku yang nungguin tuh tukang poto (owh..co ciitt!! so sweet maksudnya!!).

“assalamu alaikum….edi…..edi…..” teriakku dari depan halaman rumah tempat edi tinggal dengan nada suara yang cempreng (perlu dicatat edi tinggal di rumah pamannya)
“alaikum salam. edi…!!” tunggu ya…sahut seorang ibu mungkin tante si edi..
terdengar sahutan oleh suara yg ga asing lagi..”iya…tunggu sebentar…ada apa bi…????”
“ada temen yang nyari kamu..???”
siapa..??
kayaknya Gempur….(bibi edi udah ngafal namaku karena intensitas berkunjung diriku ke sana sudah tak terhitung lagi)

terimakasih bi…
edi pun keluar menemui sura cempreng yang didengarnya.

“tunggu ya,,sa pakean dulu…!!!”
“ya..cepat.!!!”sahut suara cempreng
“cepat-cepat. untuk apa.?? skarang baru jam 6.15 kalee…!!?? tempat daftar juga blum buka, buat apa buru-buru??”
“eh…ni anak, saya mo ambil poto dulu….!!! gimana seh…???”
“saya tahu..tapu tempat afdrukna blum buka kale..!!!!”
“kalo blum buka ya..kita buka…???” balasku masih dari luar pintu
“ya sudah, terserah kamu. sebentar ya…”
ya….

setelah edi berpakaian, kemudian kami pun berjalan untuk menuju tempat afdruk poto itu.
eh ga tahunya sesampainya kami di sana tempat afdruk nan menjengkelkan itu belum juga buka.

“tuh kan apa saya bilang…???blum buka toh…!!”
“iyo sa tahu….” jawabku
“trus kita bikin apa skarang..??” si edi bertanya dengan agak kesal.
“ya……menunggu..!” jawabku
“menunggu….????”tanya edi
“iya menunggu….stengah jam saja deh…!!mau ya..!!”dengan nada sedikit merayu layaknya wanita penjajah se*s komersil
“iya..iya….tapi tidak usah pake pasang muka kaya begitu dan….ngeri tahu..!!
“yuu..hu..makasih ya my friend..!!”

waktu kian berlalu, jam sudah menunjukkan pukul 9. 13, tempat afdruk itui blum juga buka

“gimana neh…”edi membuka pembicaraan karena kami dari tadi hanya sibuk dengan diri masing-masing sambil sesekali melemparkan senyum kepada orang yang lalu lalang di depan kami.
“begimana e..???”

“kamu ini ditanya malah balik nanya !!”
“lima menit lagi nah..” rayuku
“lima menit ya, kalo tidak buka-buka juga bagaimana..???”
“hm…….??”
“apa…!!”
“hmph…ya….rrr..rr…saya mau deh antar kamu buat daftar..gimana..?”
“oke ” edi menjawab dengan lugas seranya menunjukkan ekspresi kegirangan.
“tapi……”
“tapi apa…????”
“habis daftar singgah ke sini lagi ya…???” dengan nada agak ragu
“ya..tenang yang penting saya dah daftar.kamu mo tunggu sampe kiamat pun saya temani..”
“ye..orang serius juga..”
” iya..iya..”

5 menit pun berlalu, tempat afdruk poto sialan itu ga kunjung buka, dan akhirnya kami mnuju ke sekolah sasaran kami dengan langkah kaki yang ku paksakan sambil terus menoleh ke arah tempat afdruk foto itu sambil berharap tiba2 sang pemilik datang.

edi menghabiskan waktu sampai jam 11. 50 untuk mendaftar, karena harus ngantri dan berdesak-desakkan dengan banyak orang yang bersal dari berbagai tempat buat mendaftar, dan tanpa kami tahu, beberapa orang dari mereka adalah temen-temen baik kami beberapa bulan ke depan.

gimana…(aku berjalan mendekan ke arah edi)
udah…capek bo..
“jadi….”
“jadi..ke tempat afdruk?” edi menjawab dengan sekali-kali mengelap keringatnya.
“iya lah. kemana lagi…???”
“makan dulu kek…??
(makan…itulah kata yang sebenarnya kami lupakan sejak pagi tadi karena t4 afdruk nan megah itu…huh….dasar)
“iya deh..tapi kita makannya di dekat tempat ..”
(belum sempat kumenghabiskan kalimatku, edi menimpali..)
“Iya,saya tahu dekat tempet afdruk kan..??? jangankan di dekatnya, di dalam tempet afdruk itu juga saya mau kalo ada..”sedikit menggoda

kamipun berjalan berdua, karena belum ada temen baru, sedangkan temen-temn Es Em Phe kami sudah mendaftar beberapa hari yang lalu. jadi, kalo di hitung-hitung tinggal DIRIKULAH yang belum mendaftar sampai saat ini.

seteleh makan, kami pun langsung terbang ke tempat afdruk, tapi…sayang beribu sayang, bak petir dengan tegangan 150000 volt menyambarku, tempat AFDRUKNYA TUTUP.
ya benar sekali, TU…TU..PPP.

entah memang tidak buka dari pagi atau karena kami sudah telat karena jam telah menunjukkan pukul 13.14 WITA.

sialan… akhirnya kami..eh bukan saya pulang dengan perasaan hancur lebur bak jeruk, alpukat, tomat, wortel dan berbagai macam buah lainnya yang blender jadi satu menjadi jus segar…

uhm..uenak,,,,,,,, suger–ger..

Tentang gempur

i am an easy going man. easy beeing boored easy being happy easy being..... pokoke easy-lah...
Pos ini dipublikasikan di Life Story dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s