I’m Not A Tweeters

Twitter, jejaring sosial yang mulai ramai digunakan di berbagai belahan dunia begitu pula di Indonesia. Jejaring sosial yang telah menarik perhatian banyak orang Indonesia ini mulai menggeser keberadaan jejaring sosial yang telah lebih dulu booming yaitu facebook.

Twitter adalah sebuah situs mikroblog dan situs web jejaring sosial yang memberikan fasilitas bagi pengguna untuk mengirimkan “pembaharuan” berupa tulisan teks dengan panjang maksimum 140 karakter melalui SMS, pengirim pesan instan, surat elektronik, atau aplikasi. Twitter didirikan pada Maret 2006 oleh perusahaan rintisan Obvious Corp. Kata twitter secara harfiah berarti ‘berkicau’.
sebagaimana namanya ‘berkicau’, twitter di isi oleh kicauan-kicauan yang sebenarnya tidak terlalu penting menurut saya.

misalnya seorang tweeters menyebut nama temanya dalam kicauannya maka temannya akan membalas kicauan itu dengan kicauan lainnya.

tweeter yang banyak digunakan oleh selebritis dunia dan Indonesia untuk meng-update kegiatan mereka sehari-hari ini telah mengalami pergeseran fungsi menjadi tempat berbincang-bincang antar teman dengan me-“mention” satu sama lain.
penggunaan tweeter saat ini sudah sangat berperan dalam menentukan hot topic yang terjadi di masyarakat lokal maupun dunia. contoh konkritnya adalah kisah ariel-luna-cut tari yang kemudian mengundang kontroversi berbagai pihak sampai-sampai mengundang reaksi beberapa bintang internasional untuk ikut nimbrung membahasnya karena berita itu telah menjadi trending topic di twitter yang mengalahkan topic topic yang sebernarnya jauh lebih penting. bahkan menjadi perbincangan di berbagai media internasional sampai-sampai menjadi headline.

begitulah sekiranya ulasan tentang twitter yang saya lihat dari sudut pandang saya.
lalu,
mengapa saya mengutarakan bahwa “I’m Not A Tweeters”?
berbagai alasan yang menyebabkan saya tidak menjadi tweeters meskipun kini telah banyak kemudahan misalnya telah ada tweetdeck untuk mempermudah kita mengikuti kicauan-kicauan followers atau orang yang kita follow, dan tentunya ini adalah subjektif.
1. sama seperti jejaring sosial lainnya, twitter menyebabkan pergaulan di dunia nyata begitu hambar. berbeda dengan ketika kita berkomnikasi lewat dunia maya yang begitu lancar, akrab, dan dekat tapi begitu bertemu secara nyata maka keakraban akan berubah menjadi kecanggungan, kehilangan topik dan tidak se-berkicau kala kita bertweeter ria.
2.tweeter merupakan jejaring sosial yang mengharuskan kita selalu up to date stand by tiap waktu untukk mengetahui kicauan-kicauan yang berhubungan dengan kita. dan itu merupakan hal yang sangat tidak baik untuk kegiatan rutin kita yang lain.
3. seperti yang saya kutip dari yahooanswer “Mudah disalahgunakan untuk spam dan meningkatkan tingkat kebisingan” begitulah. meningkatkan tingkat kebisingan..anda tau kan maksudnya?? ada beberapa pengguna tweeter yang terlalu sering berkicau dan kadang kala kicauannya tersebut tidak terlalu penting bahkan bisa disebut nge-junk.

yang perlu di catat di sini adalah tweeters yang saya maksud adalah mereka-mereka yang senantiasa menggunakan tweeter untuk berbagi informasi dengan intensitas dan frekuensi yang cukup sering setiap harinya. sedangkan saya? akun tweeter ada tapi bisa di cek berapa banyak saya telah berkicau di twitter.

Tentang gempur

i am an easy going man. easy beeing boored easy being happy easy being..... pokoke easy-lah...
Pos ini dipublikasikan di Life Story, litle article dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s