Muktamar Muhammadiyah : Jogja gak siap atau Gak ada Koordinasi

Bagi anda-anda yang berdomisili di Yogyakarta di pojok manapun atau anda yang sempat menghabiskan liburan dan week end di Yogyakarta pasti akan merasakan perubahan besar dan mendadak yang menyerang lalu lintas jalan raya di jogjakarta beberapa hari terakhir ini.

ya, jalan raya di seluruh pelosok jogjakarta macet. khususnya di daerah sepanjang jalan akses menuju malioboro.

awalnya saya tidak begitu ngeh mengapa hal ini bisa terjadi. saya berasumsi karena week end dan bertepatan dengan liburan kampus dan sekolah maka wajarlah kalau saya harus menunggu hampir 30 menit di halte trans jogja. tapi berselang 45 menit kemudian bus jurusan 3A yang akan mengantar saya dan teman saya yang kebetulan sore itu sabtu hendak ke malioboro untuk berbelanja oleh2 tak kunjung datang.
ya, 1 jam 30 menit tepatnya kami harus menunggu trans jogja yang berujung pada keharusan berdiri sepanjang perjalanan dari arah Kampus UGM sampai Malioboro dikarenakan penumpukan penumpang, padahal itu adalah bus kedua yang mampir di shelter setelah 15 menit sebelumnya bus datang dengan kondisi yang tak kalah padatnya.
dalam perjalanan, 2kilometer pertama jalan masih lengan seperti biasanya. Namun memasuki kawasan TUGU jogja semuanya berubah menjadi antrian kendaraan yang sangat jarang terjadi di yogyakarta. sepanjang jalan saya hanya bisa pasrah berdiri sambil sesekai bertahan agak tidak jatuh ke arah penumpang lain saat sopir tiba2 berbelok tanpa mengurangi kecepatan atau mengerem karena antrian kendaraan.
lolos dari tugu kami memasuki kawasan bumijo yang lengang, dan itu hanya bertahan sekitar 200 meter pasalnya di depan sana ada lampu merah dengan ruas jalan yang sempit yang akan menjadi biang kemacetan selanjutnya. lolos dari bumijo masuklah di pusat kemacetan, jalan bagian selatan stasiun tugu. dan itu sangat menguras kesabaran.beruntunglah ada polantas yang memutuskan untuk membuka akses jalan yang biasanya ditutup untuk memperlanjar perjalanan kami. dan khirnya sampailah kami di maliobor setelah menghabiskan waktu seitar 40 menit dalam perjalanan yang melelahkan itu.
lalu
pertanyaannya, sebenarnya apa yang menyebabkan ini terjadi??
apakah memang kebetulan karena week end dan masa liburan?
atau ada hal lain?

jawabannya adalah ada hal lain
dan itu adalah Muktamar Seabad Muhammadiyah yang digelar di Yogyakarta dan berpusat di Stadion Mandala Krida.
lalu,
mengapa sampai bisa memacetkan yogyakarta?

saya akan sedikit memberikan analisa saya😀
ruas jalan di kota yogjakarta sempit, itu menurut pengamatan saya jika sya bandingkan dengan ruas jalan di kota2 di pulau jawa seperti Jakarta, Surabaya, semarang, bandung. bahkan lebih kecil dibandingkan ruas jalan di Makassar. Sedangkan peserta muktamar seabad Muhammadiyah ini dihadiri oleh khafilah hampir dari seluruh pelosok nusantara yang menggunakan bus-bus besar lintas kota, yang kemudia parkir di kawasan parkir malioboro.
bus-bus besar itu datangnya dari berbagai penjuru jogja dan menuju satu tempat yaitu malioboro. oleh karena itulah mengapa kemudian bisa menyebabkan kemacetan.
dan ternyata, hal ini tidak menyebabkan kawasan malioboro saja yang mengalami kemacetan, melainkan sepanjang ruas jalan yang menghbungkan jogja dengan pantai parangtritis, jlan solo, jalan magelang yang saya ketahui sehari setelahnya ketika saya hendak berlibur bersama teman sekos ke pantai depok.

lalu, mengapa hal ini bisa terjadi berlarut2 bahkan mungkin sampai muktamar ini selesai digelar?
kemungkina pertama adalah ketidak seimbangan antara lebar badan jalan di kota jogja dengan arus kendaraan yang melintasinya sehingga terjadilah penumpukan kendaraan di lampu merah yang berbuntuk pada kemacetan.
kedua, kurangnya kesiapan pemda dan kepolisian lalu lintas kota yogyakarta dalam mengantisipasi keadaan darurat sperti ini.
ketiga, tidak adanya koordinasi antara pihak berwenang di kota yogyakarta dengan pihak Muhammadiyah sebagai pelaksana muktamar ini yang kemudia saya ketahui bahwa faktor inilah mungkin yang menjadi penyebab kemacetan terjadi melalui artikel di yahoo yang menyatakan bahwa ” Angkatan Muda Muhammadiyyah Diminta Memulihkan Hubungan dengan Pemerintah”

lalu, apakah muktamar tahun berikutnya akan kembali digelar di yogyakarta?
siapkah kota yogyakarta menghadapinya?
kita liat saja nanti.

Tentang gempur

i am an easy going man. easy beeing boored easy being happy easy being..... pokoke easy-lah...
Pos ini dipublikasikan di Life Story, litle article dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s