Mencari Inspirasi di Perpustakaan

Waktu menunjukan pukul 09.45 pagi ketika ku utak-atik hapeku yang butut ini. Bukan karena ada sms, bukan karena ada received call apalagi karena memasang alarm, tapi karena kebetulan saja sudah terbangun setelah tidur pukul 5 pagi tadi yang disebabkan oleh perasaan kantuk yang luar biasa setelah sahur.

Ya, berbaringan sejenak sambil membalas sms dari windu yang minta untuk diambilkan laporan KP nya untuk selanjutnya di serahkan ke si arya. Setelah puas menjelajahi kasurku yang tak segitu besar, kuputuskan untuk bangun dan segera ke kamar mandi karena ternyata sekali lagi badanku sudah penuh keringat yang disebabkan oleh panasnya udara di luar sana.
Seusai mandi dengan interval yang lumayan lama karena harus ada setoran pagi (saya kira anda mengerti apa yang saya maksud) dilanjutkan dengan merendam pakaian kotor yang ntah kapan akan ku jamah dan ku jemur.
Berpakaian dengan mengambil jeans butut satu-satunya dan baju kaos berkerah yang telah kupakai sebelumnya dari gantungan pakaian di balik pintu kamar kos yang mini ini.
Seusai berpakaian dengan terlebih dahulu memperharum diri tentunya (entah sejak kapan saya memutuskan untuk menggunakan parfum), kulangkahkan kakiku yang ntah akan membawaku kemana pagi ini. Dipertigaan gapura sendowo kakiku menggiringku ke arah selatan dan kemudian berbelok ke timur dan sekitar 7 menit kemudian saya sudah berada di Perpustakaan Unit 2 UGM. Mengisi absensi kunjungan, mencari meja yang pas dan nyaman untuk duduk, lalu mencoba menggunakan koneksi gratis yang tersedia.

Sembari menunggu konektivitas, mencoba membuka-buka folder yang kuberi nama KULIAH di laptopku, mencari sub folder yang bernama Semester VII lalu mencari kumpulan TA dari senior2 di Program Studi Statistika UGM. Ntah apa yang menggerakkanku untuk mengutak-ngatik folder itu. Ya, mungkin takdir dan panggilan jiwa untuk segera menyelesaikan studi yang alot ini disamping kejaran deadline dari orang tua yang mulai tak terasa nyaman.

Sibuk mengutak-ngatik file, mencari-cari judul yang kira-kira mampu untuk kuselesaikan sebagai Tugas Akhir dan sesuai dengan kemampuanku, adzan dzuhur sudah memenuhi lantai satu Perpustakaan Unit II UGM. Rehat sejenak dan melaksanakan sholat berjamaah di mushola kecil milik gedung besar ini yang terletak di pojok gedung dan dibawah tangga naik ke lantai II. Sholat sebagai masbuk.

Seusai sholat ada semacam kultum yang dibawakan oleh seorang bapak berperawakan lumayan tambun dan berwajah baru di memoriku. Intinya, jangan lihat siapa yang menyampaikan tetapi pahamilah dan resapilah apa yang disampaikannya. Materi kultum siang ini adalah Pentingnya Berdo’a. Mulai dari tata cara, waktu-waktu yang baik untuk berdo’a sampai sabar dan cermat dalam menunggu terijabahnya do’a kita oleh ALLAH Subhanahuwata’ala.

Ya, rasanya sungguh tepat. Di saat sedang limbung dan nyasar ke perpustakaan, mengutak-atik file Tugas Akhir ada siraman rohani yang mengisyaratkan untuk selalu berdo’a apapun keadaan kita. Karena, apapun yang kita minta kepada ALLAH, pasti akan terijabah. PASTI!!!. Hanya masalah waktu dan bagaimana do’a itu bisa terijabah. Tinggal kesabaran kitalah untuk menanti dan mengamati apakah do’a kita terijabah saat ini, nanti, dalam bentuk yang kita minta atau dalam bentuk lain yang akan membawa kita kepada apa yang kita minta dalam do’a kita.

SEMOGA TA-KU SEGERA TERSUSUN DENGAN RAPI DAN MENGANTARKANKU GELAR S.Si.

Tentang gempur

i am an easy going man. easy beeing boored easy being happy easy being..... pokoke easy-lah...
Pos ini dipublikasikan di Life Story, litle article, Puasa dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s