18 Agustus 2010

Tak ada yang spesial dengan tanggal ini, paling juga kalau mau dipaksain ya hari ini spesial sebab kemarin adalah ulang tahun Kemerdekaan Indonesia yang ke-65.
Seperti biasa, ntah mengapa kebiasaan buruk tidur setelah sahur dan sholat subuh melandaku akhir-akhir ini di bulan Ramadhan. Mungkin hal ini karena akumulasi dari rasa kantuk yang kuderita akibat insomnia yang terus-terusan menyerangku walaupun Ramadhan sudah datang dan aku telah berusaha mengatasinya, mulai dengan berolahraga, minum susu hangat, banyak mengonsumsi air dan berbagai tips mengatasi Insomnia.

Bangun pukul 10an pagi, bukan karena alarm yang berdering, bukan pula karena memang harus bangun karena ada janji apalagi karena ingin bangun pagi, melainkan karena ada keberisikan di depan kamarku pagi tadi yang setelah ku cek disebabkan oleh pak RT yang berkoar-koar ke si mukhlis karena pada perayaan Agustus ini kosan kami lupa mengibarkan bendera Merah Putih di depan kos, padahal setiap tahun sebelumnya kami selalu melakukan hal itu walopun harus mencuci bendera terlebih dahulu. Anak kos pun mulai beralasan, dan tentu saja pak RT terus mengoceh dengan intonasi yang sama sekali tidak nyaman untuk telinga di pagi hari apalagi di bulan Ramadhan seperti ini, walaupun anak-anak kosa telah menyampaikan alasan, mulai dari mukhlis yang sibuk mempersiapkan Tugas Akhir Kuliahnya (ini fakta), Yasin yang sibuk mempersiapkan wisuda sarjana sains sebagai lulusan Ilmu Komputer UGM besok, sedangkan saya hanya berlalu mengambil handuk dan mengarah ke kamar mandi untuk membersihkan peluh dibadan karena suhu yang akhir-akhir ini panas dan mendinginkan kepala karena harus terbangun karena ocehan orang.

Setelah mandi langsung berpakaian untuk ke kampus daripada di kos dan mengenang peristiwa bangun pagi yang tak  mengenakkan itu. Ke kampus dengan kostum seperti biasa, celana dari gantungan pakaian di balik pintu, kaos oblong lengan panjang putih, dan sandal jepit serta modal laptop di tas pinjaman. Sesampinya di kampus alangkah terkejutnya melihat kampus sudah ramai dengan warna alamamater UGM dan dikombinasikan dengan putih-hitam bertebaran di seluruh pelosok MIPA Utara. Oh tidak!! Aku salah kostum. Saya benar-benar tidak mengetahui bahwa hari ini adalah Upacara Penyambutan Mahasiswa Baru oleh Rektor UGM. Alangkah tidak nyamannya walopun saya sudah 4 tahun menjelajahi kampus ini.

Menuju SIC dan bertemu dengan beberapa teman seangkatan yang bernasib sama, masih harus berjuang menyelesaikan studi di statistika, mengobrol-ngobrol beberapa saat kemudian masuk “ngadem” di SIC sambil mengakses Internet Gratis.

Ngomong-ngomong penerimaan mahasiswa baru, saya teringat kenangan 4 tahun yang lalu di tanggal yang sama dan bulan yang sama dimana saya pertama kalinya di sahkan sebagai mahasiswa UGM. Seorang siswa lulusan SMA di pelosok Sulawesi Tenggara yang kalau saya sebutkan nama daerah saya amat langka orang yang akan langsung mengetahuinya tanpa bertanya dengan beberapa pertanyaan yang mengenaskan sebelumnya, akhirnya bisa menjadi Mahasiswa di salah satu Universitas ternama di Indonesia ini.

UGM dulu hanyalah angan-angan buat saya apalagi saat guru Matematika kami yang terkenal ‘killer’ menyatakan bahwa pengetahuan dan nilai matematikan kami hanya akan mengantarkan kami ke ‘UGM’ bukan dalam akronim yang sesungguhnya melainkan Universitas Guali-Massara salah satu daerah kecil di kabutapenku.

Namun kini, saya terjebak di UGM di program studi yang ketika saya sampaikan kepada mereka yang bertanya akan terkagum-kagum dan memuji saya sebagai orang pintar, bukan cerdas. Ntah bangga atau miris ketika mereka berkata demikian, mungkin saya memang pintar memanfaatkan kesempatan untuk masuk ke UGM melalui jalur PBUD (Penelusuran Bibit Unggul Daerah) disaat-saat terakhir meskipun sudah harus membayar belasan juta sebelum status lulus SMA belum ku kantongi, namun saya tidak begitu cerdas untuk menyelesaikan studi saya ini seperti target dan harapan saya serta orang tua saya yang saya sayangi dan kagumi ketulusannya. (mewek deh!)

Upacara penerimaan mahasiswa baru saat itu bisa jadi  merupakan saat yang begitu membanggakan buat saya dan teman saya yang saya kenal melalui program Matrikulasi bagi Calon Mahasiswa UGM yang masuk melalui jalur PBUD dan PBOS dan kini menjadi salah satu teman baik saya. Andita namanya, asli Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, meskipun dia harus mengakhiri studinya di Ilmu Komputer melalui cara yang tak ingin kulakukan dalam hidupku.

Setelah Upacara kami langsung menuju ke kosan kecilku untuk beristirahat karena upacara itu sangat melelahkan meskipun hanya berdiri di bawah terik matahari (berdiri itulah yang membuat lelah) yang baru kami rasakan ketika telah sampai di kamar baruku yang mini. Namun beberapa saat kemudian kami menerima SMS bahwa seluruh mahasiswa baru FMIPA harus berkumpul di kampus untuk mendapatkan pengarahan mengenai teknis PASCAL MIPA esok hari. Kami datang telat dan tentu saja didamprat oleh tatib yang saat itu masih diperbolehkan, untung saja alasan kami tepat (walopun sedikit berbohong) dan diperbolehkan bergabung tanpa hukuman.

Itulah awal jejak langkahku di FMIPA UGM, saat-saat yang ingin kuulang kembali, walaupun dulu begitu menyiksa dengan tugas-tugas yang membuat kami pulang malam dan bangun sangat pagi.

Tentang gempur

i am an easy going man. easy beeing boored easy being happy easy being..... pokoke easy-lah...
Pos ini dipublikasikan di Life Story, Puasa dan tag , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke 18 Agustus 2010

  1. sempulur berkata:

    Salam kenal dari komunitas keluarga miskin.
    Semoga berkenan berkunjung ke blog kami untuk menyumbang kesempatan meraih masa depan yang lebih baik dan harmonis.
    Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s