Merapi Meletus, Hujan Debu 30 Km.

30 Oktober 2010, pukul 01.30 pagi

Seperti biasa saya masih asik berkutat dengan insomnia yang akhir2 ini melandaku sembari On-Line di beberapa akun seperti kaskus dan facebook. Sempat tersentak ketika ada teman menulis status menanyakan “beneran itu hujan abunya udah nyampe km 8?? 2 kilo lg donk nyampe sini, haduh2 ga bs tidur ni….~_~”

Saya yang mencoba tenang menjawab tanyanya dengan menjelaskan bahwa sekitar pukul 00.40an pagi tadi terdengar beberapa letusan di gunung merapi. Ntah saya yang terlalu tenang atau memang tidak begitu paham tentang proses meletusnya sebuah gunung berapi, sampai-sampai saya tidak memikirkan akan adanya efek wedhus gembel atau awan panas yang mungkin menyebarkan beberapa bagian debunya untuk kami mahasiswa UGM yang sebagian besar bertempat tinggal di sepanjang jalan kaliurang.

Baru selesai meng-submit komentar ke status teman saya itu, tiba-tiba suhu kamar terasa lebih hangat dari biasanya. Bagusnya saya tidak mengindahkan hal itu karena menganggap ini hal biasa apalagi saya baru saja meneguk segelas air putih yang biasanya menyebabkan saya sedikit berkeringat. Otak saya tidak terlalu terbiasa untuk menyangkut  pautkan satu hal dengan hal yang lain sampai-sampai tidak mengaitkan kenaikan suhu kamar denagn kemungkinan debu yang membawa sedikit kalor dari akibat letusan gunung merapi tadi.

Saat sedang asik menekan-nekan tuts laptop tiba-tiba terdengar teriakan dari luar kos yang berasal dari vokal yang lumayan akrab di telinga saya. Ya suara itu milik si mukhlis dan dia sembari sedikit berlari meneriakkan “ Bangun-bangun, ada hujan debu, ayo bangun” sembari mengetuk satu persatu pintu-pintu kamar kos kami. Beberapa saat keadaan sedikit gaduh yang disebabkan oleh keingin tahuan apa penyebab sampainya debu ini di kos kami, dan mulailah kami memakai masker dari segala hal yang bisa digunakan untuk melindungi hidung kami dari debu vulkanik itu, jaket, dan beberapa memakai helm untuk melindungi kepala dari debu.

Ya ternyata, letusan tadi membawa debu sampai ke arah kosan kami, dan saya pun mulai meng-sms teman2 lainnya untuk memberitahukan hal ini, agar mereka juga mempersiapkan diri dari segala kemungkinan yang akan terjadi agar tidak terkena ISPA akibat menghirup abu vulkanik merapi yang mengandung belerang.

Sampai saat beberapa anak kos termasuk saya memutuskan untuk keluar ke jalan kaliurang untuk mengecek keadaan, dan ternyata jalan telah tertutup debu setebal kira-kira 1/4-1/2 cm, kendaraan-kendaraan roda 4 bergerak dengan pembersih kaca depan ikut bergerak, jaket-jaket yang digunakan pengendara motor dipenuhi debu. dan debu2 berterbangan kesana-kemari karena tersapu roda kendaraan yang melintas.

Ya, ternyata ledakan merapi dini hari tadi membawa debu kearah selatan-barat dengan radius 30 km. Bahkan menurut sms yang saya peroleh dari teman saya yang merespon sms peringatan dari saya bahwa saudaranya yang bertempat tinggal di sekitar godean juga mendapatkan berkah yang sama, hujan debu vulkanik. Dan dari berita online dikabarkan hujan debu juga menyatroni Kulon Progo, Yogyakarta

Berikut beberapa foto yang setelah hujan debu selesai di beberapa lokasi:

 

 

 

 

 

 

detik, metrotvnews

Tentang gempur

i am an easy going man. easy beeing boored easy being happy easy being..... pokoke easy-lah...
Pos ini dipublikasikan di Life Story, litle article dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s